Skip to main content

Pemeriksaan CR-P (C-Reaktif Protein)



 Pemeriksaan CR-P (C-Reaktif Protein)

a)    Pengertian
C-Reaktif Protein (CR-P) merupakan reaktan fase akut utama yang diproduksi hati, meningkat sampai seribu kali selama inflamasi akut, dengan waktu paruh sekita 19 jam.
b)    Metode
Aglutinasi / slide

c)    Tujuan 
Untuk mengetahui kadar CR-P dalam serum.
d)    Prinsip Kerja
Antibodi  dalam serum akan berikatan dengan Streptolisin O yang di label pada latex membentuk ikatan antigen antibodi yang di tunjukkan dengan adanya aglutinasi.
e)    Prosedur Kerja
I.      Pra Analitik
a.    Alat
1)    Slide dasar hitam
2)    Mikropipet 40 ยต
3)    Yellow tip
4)    Batang pengaduk plastik
5)    Rotator
b.    Bahan          
1)    Serum
2)    Reagen CR-P  (latex antigen)
II.    Analitik
Cara kerja:
1)    Di siapkan alat dan bahan yang akan di gunakan
2)    Di biarkan reagen berada dalam suhu ruangan.
3)    Di pipet serum sebanyak 40 ยต dan di simpan di atas slide test.
4)    Di campur dan di ratakan dengan menggunakan batang pengaduk plastik.
5)    Dishaker selama 2 menit di atas rotomix.
6)    Di perhatikan ada tidaknya aglutinasi
7)    Apabila hasil positif maka di lanjutkan ke tes semi-kuantitatif.
III.   Pasca Analitik
Interpretasi Hasil
       positif        : apabila  terjadi aglutinasi
       negatif       : apabila tidak terjadi aglutinasi



  https://analiskesehatan01.blogspot.com/2018/01/pemeriksaan-cr-p-c-reaktif-protein.html

Comments

Popular posts from this blog

Penetapan Kadar Minyak Lemak

Penetapan Kadar Minyak Lemak a) Pengertian Lemak atau minyak dari suatu bahan makanan diekstraksi dengan pelarut lemak yaitu seperti campuran eter alkohol, eter, alkohol, n-hexan, petrolium eter dan minyak tanah. b) Metode Gravimetri c) Tujuan Untuk mengtahui kadar minyak lemak dari suatu bahan makanan d) Prinsip Kerja Minyak dan lemak dalam contoh uji air diekstraksi dengan pelarut organic dalam corong pisah dan untuk menghilangkan air yang masih tersisa digunakan Na2SO4 anhidrat. Ekstraksi minyak dan lemak dipisahkan dari pelarut organic secara destilasi ditimbang sebagai minyak dan lemak. e) Prosedur Kerja I. Pra Analitik a. Alat 1) Neraca analitik 2) Botol timbang 3) Corong pisah 4) Desikator 5) Penangas air 6) Wadah buangan pelarut 7) Kertas saring 8) Erlenmeyer 9) Oven 10) Pipet volume 11) Pompa vakum 12) Gelas ukur 13) Sampel air limbah b. Bahan 1) CH3(CH2)4CH3...

Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA)

  Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) a)     Metode Ziehl Neelsen b)     Tujuan Untuk mengetahui dan menentukan bakteri tahan asam c)     Prinsip kerja Dengan pewarnaan Ziehl Neelsen pori – pori lipid pada bakteri akan meleleh atau melebur karena proses pemanasan sehingga zar warna dapat masuk kedalam dinding bakteri. Bila preparat dingin zat warna tidak dapat terlepas kembali walaupun dilunturkan dengan HCL Alkohol 96%, sehingga bakteri yang tidak tahan asam akan mengambil zat warna kedua pada pewarnaan berikutnya. BTA berwarna merah non-BTA berwarna biru. d)     Prosedur kerja I.       Pra Analitik a.     Alat 1)     Ose 2)     Lampu spiritus 3)     Rak pewarnaan 4)     Rak pengering 5)     Objek glass 6)     Lampu spiritus 7)     Ker...

tinjauan Pustaka obesitas tinjauan umum obesitas

Tinjauan Umum Obesitas 1. Pengertian Obesitas Obesitas didefenisikan sebagai kelebihan lemak tubuh. Obesitas muncul sebagai akibat masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Bila energi dalam jumlah besar (dalam bentuk makanan) yang masuk kedalam tubuh melebihi jumlah yang dikeluarkan, berat badan akan bertambah, dan sebagian besar kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak. Oleh karena itu kelebihan adiposit (obesitas) disebabkan masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Untuk setiap kelebihan energi sebanyak 9,3 kalori yang masuk ketubuh kira-kira 1 gram lemak akan disimpan.  Lemak disimpan terutama di adiposit terutama pada jaringan subkutan dan pada rongga intraperitoneal, walaupun hati dan jaringan lainnya sering menimbung cukup lemak pada obese.  Sebelumnya diyakini jumlah adiposit dapat bertambah selama masa balita dan kanak-kanak dan bahwa kelebihan masukan energi pada anak dapat menimbulkan obesitas hiperplastik, yang...