Skip to main content

Cara Pemeriksaan Total Protein dengan alat fotometer 5010


Cara Pemeriksaan Total Protein

a) Pengertian

Protein serum termasuk dalam panel tes diagnostik penyakit hati, ginjal, paratiroid, tulang dan sendi. Protein serum termasuk dalam panel tes hati bersama dengan SGPT, SGOT, Bilirubin, ALP, GGT, dan waktu Protrombin.

b) Metode

Biuret

c) Tujuan

Untuk melihat defisiensi protein, penyakit hati, ginjal, gastro intestinal tau pada keganasan.

d) Prinsip Kerja

Protein dalam suasana basa bereaksi dengan ion cupri membentuk kompleks warna ungu. Intensitas warna yang terbentuk setara dengan kadar total protein dalam sampel.

e) Prosedur Kerja

I. Pra Analitik

a. Alat

1) Mikropipet 20µ, 1000µ

2) Tabung reaksi

3) Rak tabung

4) Photometer 5010

5) Tip biru dan kuning

b. Bahan

1) Serum/ plasma

2) Standar total protein

3) Reagen total protein

II. Analitik

Cara Kerja :

1) Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

2) Disiapkan tiga tabung kemudian beri label sebagai blanko, standar, sampel.

3) Pada tabung standar diisi standar sebanyak 20 µl.

4) Kemudian pada tabung sampel diisi sampel (serum) sebanyak 20 µl.

5) Pada tabung blanko, standar dan sampel masing-masing diisi reagen sebanyak 1000 µl.

6) Di homogenkan, lalu diingkubasi selama 10 menit pada suhu 18-30 derajat  C

7) Dibaca pada fotometer dengan panjang gelombang 546 nm.

III. Pasca Analitik

Interpretasi Hasil

Nilai normal : 6,6 – 8,7 mg/dl

Comments

Popular posts from this blog

Penetapan Kadar Minyak Lemak

Penetapan Kadar Minyak Lemak a) Pengertian Lemak atau minyak dari suatu bahan makanan diekstraksi dengan pelarut lemak yaitu seperti campuran eter alkohol, eter, alkohol, n-hexan, petrolium eter dan minyak tanah. b) Metode Gravimetri c) Tujuan Untuk mengtahui kadar minyak lemak dari suatu bahan makanan d) Prinsip Kerja Minyak dan lemak dalam contoh uji air diekstraksi dengan pelarut organic dalam corong pisah dan untuk menghilangkan air yang masih tersisa digunakan Na2SO4 anhidrat. Ekstraksi minyak dan lemak dipisahkan dari pelarut organic secara destilasi ditimbang sebagai minyak dan lemak. e) Prosedur Kerja I. Pra Analitik a. Alat 1) Neraca analitik 2) Botol timbang 3) Corong pisah 4) Desikator 5) Penangas air 6) Wadah buangan pelarut 7) Kertas saring 8) Erlenmeyer 9) Oven 10) Pipet volume 11) Pompa vakum 12) Gelas ukur 13) Sampel air limbah b. Bahan 1) CH3(CH2)4CH3...

Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA)

  Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) a)     Metode Ziehl Neelsen b)     Tujuan Untuk mengetahui dan menentukan bakteri tahan asam c)     Prinsip kerja Dengan pewarnaan Ziehl Neelsen pori – pori lipid pada bakteri akan meleleh atau melebur karena proses pemanasan sehingga zar warna dapat masuk kedalam dinding bakteri. Bila preparat dingin zat warna tidak dapat terlepas kembali walaupun dilunturkan dengan HCL Alkohol 96%, sehingga bakteri yang tidak tahan asam akan mengambil zat warna kedua pada pewarnaan berikutnya. BTA berwarna merah non-BTA berwarna biru. d)     Prosedur kerja I.       Pra Analitik a.     Alat 1)     Ose 2)     Lampu spiritus 3)     Rak pewarnaan 4)     Rak pengering 5)     Objek glass 6)     Lampu spiritus 7)     Ker...

tinjauan Pustaka obesitas tinjauan umum obesitas

Tinjauan Umum Obesitas 1. Pengertian Obesitas Obesitas didefenisikan sebagai kelebihan lemak tubuh. Obesitas muncul sebagai akibat masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Bila energi dalam jumlah besar (dalam bentuk makanan) yang masuk kedalam tubuh melebihi jumlah yang dikeluarkan, berat badan akan bertambah, dan sebagian besar kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak. Oleh karena itu kelebihan adiposit (obesitas) disebabkan masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Untuk setiap kelebihan energi sebanyak 9,3 kalori yang masuk ketubuh kira-kira 1 gram lemak akan disimpan.  Lemak disimpan terutama di adiposit terutama pada jaringan subkutan dan pada rongga intraperitoneal, walaupun hati dan jaringan lainnya sering menimbung cukup lemak pada obese.  Sebelumnya diyakini jumlah adiposit dapat bertambah selama masa balita dan kanak-kanak dan bahwa kelebihan masukan energi pada anak dapat menimbulkan obesitas hiperplastik, yang...